HAL MENDASAR UNTUK PARA TRADER SAHAM

Story by: Hanna Dalimunthe
Published: January 24, 2019
Viewed 1434 times

Hanna is a passionate advisor who guides trader in Indonesian stocks market. She spent number of years for UOB Kayhian Premiere as a trading advisor. She will make you fully committed and transform you into a credible trader in the financial market.

Story by: Hanna Dalimunthe
Published: January 24, 2019
Viewed 1434 times

Hanna is a passionate advisor who guides trader in Indonesian stocks market. She spent number of years for UOB Kayhian Premiere as a trading advisor. She will make you fully committed and transform you into a credible trader in the financial market.


HAL MENDASAR UNTUK PARA TRADER SAHAM

Jika Anda ingin mencoba investasi di saham, salah satu hal yang wajib dimiliki investor adalah mengerti cara laporan keuangan dari perusahaan yang ingin kita investasikan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang keterbukaan informasi, setiap perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia wajib mempublikasikan laporan keuangan selambatnya 90 hari sejak berakhirnya tahun buku perusahaan.

Artinya, selambatnya tanggal 31 Maret, laporan keuangan harus sudah disampaikan pada otoritas dan dipublikasikan di media nasional. Tidak heran bila setiap bulan Maret, terutama pada pekan terakhir, banyak laporan keuangan emiten menghiasi halaman media-media cetak nasional.

OJK tentu punya alasan menetapkan aturan tersebut. Salah satunya agar publik punya akses mudah mendapatkan laporan Keuangan Tahunan emiten. Laporan ini dapat dijadikan pedoman untuk membuat riset sederhana tentang kondisi fundamental emiten, sekaligus menilai prospek perusahaan bersangkutan. Agar punya informasi lebih komprehensif, investor juga perlu mendapatkan dokumen resmi laporan keuangan emiten yang lazimnya sangat detail. di Artikel kali ini saya akan memberikan tips cara membaca laporan keuangan.

Berikut ini yang perlu diperhatikan di laporan keuangan:

1. Laporan direksi atau manajemen perusahaan.

Pada bagian ini perusahaan akan menjelaskan tentang perjalanan perusahaan, prospek perusahaan kedepannya serta rencana bisnis kedepan.

 

2. Neraca Keuangan

Neraca keungan ini berisi catatan tentang aktiva (aset), kewajiban (utang), serta ekuitas (modal). Aktiva atau aset adalah segala sesuatu yang dimiliki perusahaan, sedangkan pasiva (kewajiban dan ekuitas) merupakan gambaran tentang apa dilakukan perusahaan untuk memperoleh atau membiayai aset.

Poin penting pada neraca adalah pada Pendapatan Usaha, Poin ini harus dalam tren positif.

 

3. Laba Bersih setelah Pajak

Laba bersih perusahaan menentukan besarnya laba bersih per saham. Laba bersih per saham menjadi indikasi untuk besarnya dividen yang akan dibagikan untuk pemegang saham. Perlu bagi seorang investor untuk membandingkan pendapatan usaha dan laba bersih antara beberapa emiten dalam satu sektor. Tujuannya untuk memastikan emiten mana yang membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih lebih tinggi pada sektor yang sama.

 

4. Net profit margin (NPM)

Pada rasio keuangan yang penting dicermati yang pertama adalah net profit margin (NPM) yang menggambarkan profitabilitas perusahaan. Nilai NPM berasal dari laba bersih dibagi pendapatan usaha. Semakin besar nilai NPM, semakin efisien perusahaan tersebut.

 

5. Return on equity (ROE) - 20%

Lalu yang kedua adalah Return on equity (ROE) memberikan gambaran perbandingan antara laba yang dihasilkan dengan modal yang disetorkan pemegang saham (ekuitas). Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian hasil investasi. Nilai ROE yang baik biasanya di atas 20% persen. Semakin tinggi ROE semakin bagus atau semakin optimal kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan modal perusahaan.

 

6. Earning per share (EPS)

Dan yang ketiga adalah earning per share (EPS) atau laba bersih per saham. Angka EPS diperoleh dengan membagi laba bersih perusahaan (setelah dikurangi dividen), dengan jumlah saham beredar. EPS juga bisa digunakan untuk melihat profitabilitas perusahaan. Semakin besar nilai EPS, semakin bagus kinerja emiten.

 

7. Book Value

Book value berguna untuk membandingkan nilai perusahaan per saham dengan posisi harga saham di lantai bursa. Jika harga saham lebih tinggi dari nilai buku per saham, maka disebut saham tersebut overvalue atau harga melebihi nilai buku. Artinya potensi kenaikan harga saham itu akan terbatas. Sebaliknya, jika harga saham di bawah nilai buku, maka disebut undervalued atau harga saham masih di bawah nilai buku. Kenaikan harga saham sangat terbuka.

 

  • Tips Menentukan Saham Murah

Tips menentukan saham tersebut murah dari sisi Financial Report bisa dilihat dari price to earnings ratio (PER). Perhitungan nilai PER dapat dilakukan dengan cara membagi harga saham dengan EPS. Semakin tinggi PER maka semakin mahal harga saham tersebut. Sebaliknya nilai PER yang rendah berarti harga saham tergolong masih murah.

Demikian tips cara membaca laporan keuangan (financial report) dari Saya. Semoga dari Artikel ini bisa membuat Anda terus profit investasi di saham.


RECOMMENDATION FROM EXPERT:

  • Tetap Update di Astronacci Blog untuk mendapatkan Insight baru terhadap trading Anda
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI TEKNIK TRADING ini langsung dengan Saya untuk memaksimalkan profit anda.
  • CALL atau whatsapp ke +62 838.96.96.96.39 cari HANNA
click
click

Connect With Us:

Solutions

A Member Of

INDONESIA TECHNICAL ANALYST ASSOCIATION

Awards

Pada 1 Februari 2014, Gema Merdeka Goeyardi, MM, CAT, President Director & Founder Astronacci International menerima penghargaan rekor dunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia) atas rekor "Metode Proyeksi Keuangan Pertama Menggunakan Ilmu Astrology dan Bilangan Fibonacci" di Jakarta. [ read more ]

Awards

Pada 1 Februari 2014, Gema Merdeka Goeyardi, MM, CAT, President Director & Founder Astronacci International menerima penghargaan rekor dunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia) atas rekor "Metode Proyeksi Keuangan Pertama Menggunakan Ilmu Astrology dan Bilangan Fibonacci" di Jakarta. [ read more ]