IHSG CRASH? Ini jurus tradingnya!

Story by: Hanna Dalimunthe
Published: September 02, 2019
Viewed 1000 times

Hanna is a passionate advisor who guides trader in Indonesian stocks market. She spent number of years for UOB Kayhian Premiere as a trading advisor. She will make you fully committed and transform you into a credible trader in the financial market.

Story by: Hanna Dalimunthe
Published: September 02, 2019
Viewed 1000 times

Hanna is a passionate advisor who guides trader in Indonesian stocks market. She spent number of years for UOB Kayhian Premiere as a trading advisor. She will make you fully committed and transform you into a credible trader in the financial market.


IHSG CRASH? Ini jurus tradingnya!

Crash market saham merupakan kondisi dimana mayoritas saham mengalami koreksi atau bearish dalam jangka waktu yang agak panjang. Dimana bearish ini, bukan hanya koreksi biasa, namun penurunan ini terjadi secara masif, dan juga dialami oleh bursa-bursa saham yang lain. Ada beberapa kali di Indonesia, pada saat market saham mengalami crash, diantaranya pada tahun 1998, 2008 dan juga di 2015. Kala itu, crash market dialami yang paling parah di tahun 1998 dimana pemicunya adalah krisis moneter (ekonomi), Rupiah terus melemah, hiper inflasi, plus dengan kondisi politik yang sedang kacau. Sedangkan di 2008 crash market ini dipicu oleh penurunan harga komoditas (global). Sedangkan pada tahun 2015, crash market dipicu oleh adanya resesi ekonomi, khususnya pelemahan nilai tukar Rupiah, banyak usaha yang gulung tikar, banyak emiten yang labanya anjlok, harga komoditas yang bearish panjang, dan inflasi membenkak.
Selain itu, kondisi diluar negri, seperti Tiongkok juga sedang mengalami perlambatan ekonomi, yang berpengaruh juga ke bisnis dagang Indonesia.



TANDA-TANDA IHSG CRASH?

Ironisnya di tahun 2019 ini dapat dilihat tanda-tanda crash market tersebut, dikarenakan beberapa tanda seperti dibawah ini:

  1. Perang dagang AS – Tiongkok
    Perang dagang AS-Tiongkok sudah memanas sejak tahun 2017, dimana AS terus mengenakan kenaikan tarif produk-produk Tiongkok, demikian juga sebaliknya. Perang dagang akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi turun, dan hal ini akan dialami baik oleh AS maupun Tiongkok. Perang dagang membuat arus aliran transaksi barang tidak akan berjalan, dengan lancar sebagaimana mestinya. Nah, kalau Tiongkok mengalami perlambatan ekonomi, jumlah barang ekspor kita pasti akan ikut menurun, dan otomatis pertumbuhan ekonomi (pendapatan pajak dan lain-lain) di negara kita juga akan turun. Ketika terjadi perang dagang, investor akan cabut dari bursa saham, dan lebih memilih untuk menyimpan asset-asset safe heaven seperti emas.
  2. Harga komoditas  tidak kunjung membaik, pertumbuhan ekonomi tidak sesuai harapan
    Kita semua tahu bahwa harga barang-barang komoditas sekarang seperti apa, turun bearish, kita bisa lihat saham-saham batu bara, minyak, kelapa sawit, yang turun terus selama beberapa bulan ini, dan bahkan reboundnya hanya tipuan saja. Pada Kuartal I / 2019 rilis pertumbuhan Ekonomi Indonesia hanya berhasil mencapai angka 5,07% (data BPS) dimana sebelumnya pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi bisa mencapai 5,2%. Perlambatan pertumbuhan ekonomi, harga komoditas yang masih belum pulih, bisa menjadi indikasi bearish market.
  3. Kondisi politik Indonesia
    Tahun 2019 merupakan tahun pemilu, Tahun pemilu selalu “berhasil” membuat pelaku pasar wait and see, bahkan lari dari Bursa Saham kita. Kerena pelaku pasar selalu mengaitkan pemilu dengan tahun politik, sehingga sebelum maupun pasca pemilu, jangan berharap pelaku pasar akan membeli saham dalam jumlah besar. Sebaliknya setiap tahun politik IHSG rata-rata cenderung bergerak mixed dan cenderung turun.



INI DIA JURUS TRADINGNYA!

Jangan pernah melihat hanya dalam sudut pandang mingguan atau harian saja, minimal satu semester bagaimana outlooknya. Di kuartal ke empat, September akhir sampai di Januari 2020, harusnya terjadi akumulasi IHSG naik kembali, dengan menggunakan Teknik Astrology.
Konsep yg harus diterapkan, kontraksi dari IHSG sendiri yang akan terjadi sebuah correction ini bisa berlanjut sampai September. Berarti 2 bulan ini windownya adalah defend.
Konsep mindset yang harus dilakukan adalah bottom fisik. Jadi enterpereneur sekarang, yang memiliki uang nganggur, momen yang tepat untuk anda ialah tunggu, karena anda bisa “memakan” stocks Indonesia, yang fundamental dan PBV yang murah nantinya, dan dapat masuk ke market. Jika terjadi penjualan saham besar besaran di sektor banking, IHSG terkena dampak, karena rata-rata banking sebagai sumber terbesar penguatan untuk IHSG. Market tidak selama nya turun ataupun naik, jika terjadi penurunan besar, akan diikuti kenaikan yang besar. Jangan sampai, sekarang sudah mulai dengan size yg besar, tapi harus ikuti alur dari
market nya, biarkan market jatuh secara natural dengan sendirinya, maka ada prinsip nya, strategy pertama yaitu:

  1. Cash is the king,
  2. Hunting market yang akan jatuh, atau pair / instrument yang akan jatuh
  3. kemudian waktu recoverynya berapa persen




BAGAIMANA WAKTU RECOVERY YANG PALING TEPAT, KETIKA IHSG MENGALAMI PENURUNAN? 

Bagaimana timing nya? Kalau kita perhatikan, saat ini IHSG masih mengalami turun naik, dan jika ada gap, bisa gunakan momentum, correction movement, kita harus selalu waspada, untuk recovery strategy.
Maka, strategy terbaik ialah untuk Wait and See, jika tekanan bearish market sudah mulai reda, maka incarlah saham-saham yang mudah naik.
Apakah di tengah tengah ada Anomali yang bisa membuat IHSG naik? Selalu ada kemungkinan, untuk tiba-tiba naik, tetapi dilihat dari TimeFrame, dimana kalau mencari bullish yang siginifikan, belum terjadi sebelum nanti September.
Jadi, dapat di lihat secara global besar, Indeks masih bullish, dan masuk dalam sideways yang cukup besar, dengan area support-support penting. Pada saat indeks beristirahat, jangan sampai kita kena dampaknya, dan kita dapat bottom fishing.
Jika kalian sudah terlanjur memiliki saham dan masih menyangkut, maka masih ada potensi untuk bisa cut loss, di jual terlebih dahulu sahamnya, agar tidak rugi terlalu dalam, dan bisa ambil di harga bottom, return anda nanti pasti lebih besar. Tetapi kalau anda tidak berani cut loss atau bahkan ada tidak mau cut loss, maka bisa hold saja sahamnya, sampai market kembali pulih. Itulah pentingnya, anda harus punya saham-saham jenis bluechip atau LQ 45 , karena saham-saham tersebut selain teknikal nya bagus, resiko nya rendah, fundamentalnya terjamin, sehingga kalaupun saham yang dimiliki turun, anda tetap dapat deviden rutin.

RECOMMENDATION FROM EXPERT:

• Jadi melalui artikel ini dapat dijadikan PILIHAN untuk mempertimbangkan apakah saham akan di hold, cutloss dalam investasi saham anda. 
• Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
CALL atau Whatsapp dan cari Hanna silahkan hubungi DISINI

click
click

Connect With Us:

Solutions

A Member Of

INDONESIA TECHNICAL ANALYST ASSOCIATION

Awards

Pada 1 Februari 2014, Gema Merdeka Goeyardi, MM, CAT, President Director & Founder Astronacci International menerima penghargaan rekor dunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia) atas rekor "Metode Proyeksi Keuangan Pertama Menggunakan Ilmu Astrology dan Bilangan Fibonacci" di Jakarta. [ read more ]

Awards

Pada 1 Februari 2014, Gema Merdeka Goeyardi, MM, CAT, President Director & Founder Astronacci International menerima penghargaan rekor dunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia) atas rekor "Metode Proyeksi Keuangan Pertama Menggunakan Ilmu Astrology dan Bilangan Fibonacci" di Jakarta. [ read more ]