Mengenal Istilah Saham Blue Chips, Second Liner, dan Third liner

Story by: Tria Okta Putri Tuban Oku
Published: May 24, 2018
Viewed 7291 times

Tria Okta is Astronacci Trading Advisor. She is also active Trader in Stocks & Futures Market. Tria is a friendly trader who always motivate everyone to improve their skill. Follow her to become a succesful trader

Story by: Tria Okta Putri Tuban Oku
Published: May 24, 2018
Viewed 7291 times

Tria Okta is Astronacci Trading Advisor. She is also active Trader in Stocks & Futures Market. Tria is a friendly trader who always motivate everyone to improve their skill. Follow her to become a succesful trader


Mengenal Istilah Saham Blue Chips, Second Liner, dan Third liner

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada beberapa istilah yang digunakan para trader (pemain saham) saat membicarakan saham. Istilah Saham Blue Chips, Second Liner, dan Third liner sudah menjadi kosakata khusus yang digunakan dalam dunia saham. Bagi Anda yang masih awam atau baru memulai investasi di pasar modal, ada baiknya mulai mengetahui ketiga istilah tersebut. Biasanya keberadaan saham seperti ini sudah digoreng atau sudah dimanipulasi sedemikian rupa (oleh bandar) sehingga seolah-olah terlihat seperti saham yang laris di pasaran. Padahal, saham itu sebenarnya saham tidur alias saham tidak layak jual. 

Cara mengetahui saham itu Saham Blue Chips, Second Liner, dan Third liner adalah dengan melihat kapitalisasi pasar. Menurut definisinya, kapitalisasi pasar adalah harga saham dikalikan dengan total jumlah saham yang diterbitkan emiten dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lalu, apa yang dimaksud Saham Blue Chips, Second Liner, dan Third liner? Berikut penjelasannya.

  1. The Blue Chips Stock



    Saham Blue Chips dianggap memiliki peranan paling besar dalam menggerakkan IHSG. Kapitalisasi pasarnya bisa mencapai lebih dari Rp 40 triliun. Saham-saham kategori ini memiliki volatilitas harga yang tidak terlalu tinggi. Tidak banyak terlalu terpengaruh dengan gejolak pasar karena perusahaan dengan saham ini memiliki kinerja yang baik. Di samping itu, fundamental saham ini terbilang kuat sehingga sulit untuk “digoreng”.

    The Blue Chips Stock juga memiliki pergerakan harga yang tidak terlalu fluktuatif. Karena itu, banyak analis yang menganggap bahwa Saham Blue Chips ini adalah saham yang Save Haven. Saham Blue Chips benar-benar layak untuk dibeli apalagi dimiliki sebagai investasi jangka panjang. Saham Blue Chips rata-rata dijual dengan harga yang tinggi. Tentunya saham-saham tersebut juga memberikan dividen yang tinggi pula. Besaran dividen tersebut rata-rata lebih tinggi dari saham lain di BEI. Contoh Saham Blue Chips adalah BBRI, ICBP, TLKM, UNVR, GGRM, dan BBNI.
     
  2. The Second Liner Stock



    Disebut sebagai Second Liner karena, Saham Lapis Dua memiliki kapitalisasi pasar antara Rp500 miliar- Rp 10 triliun. Harga sahamnya cenderung fluktuatif dan saham ini terbilang likuid. Sementara fundamental perusahaan bisa dikatakan cukup baik walaupun masih dalam tahap berkembang.

    Harga Saham Second Linear tidak semahal Blue Chips dan karena kapitalisasinya tidak lebih besar dari Saham Blue Chips. Berikut ini adalah yang termasuk ke dalam Saham Lapis Dua, yaitu BBKP, BSDE, PWON, JPFA, LSIP, AISA, dan PPRO.
     
  3. The Third Liner Stock



    Saham Third Liner disebut juga sebagai junk stocks, small-cap stocks, atau saham gorengan. Saham-saham pada kategori ini memiliki volatilitas harga yang tinggi. Saham Lapis Tiga menjadi incaran spekulan (scalper trader) karena bisa dipermainkan (dibandarin) sehingga harganya melonjak. Dalam situasi tersebut, spekulan mengambil keuntungan. Karena itu, saham ini bisa dikatakan sebagai saham gorengan.

    Dari sisi harga, Saham Lapis Tiga terbilang paling murah. Harganya lebih murah dari Second Liner dan First Liner. Sementara kapitalisasinya berada di bawah angka Rp500 miliar. Untuk bisa memperoleh keuntungan dari trading saham ini, perlu memiliki kemampuan analisis yang kuat. Kehati-hatian dan kecermatan amat penting agar tidak merugi karena fluktuasi harga saham yang ditandai dengan masuknya saham dalam kategori Unusual Market Activity (UMA).
     

Kemampuan Menentukan Mana Saham yang Tepat untuk Dibeli

Untuk menentukan saham mana yang layak untuk dibeli, sebenarnya sudah menjadi pertanyaan umum. Jawaban dari pertanyaan ini relatif. Sebab tiap-tiap investor atau pemain saham memiliki pandangan sendiri-sendiri. Belum lagi menimbang modal yang dimiliki, tujuan investasi, dan situasi pasar yang sangat memengaruhi. Ada sejumlah investor yang membatasi dirinya dengan hanya memilih Saham Blue Chips atau Second Liner. Namun, ada juga yang membeli semuanya.

Yang perlu Anda ingat adalah, jangan mudah terpengaruh lonjakan signifikan harga saham tertentu atau isu-isu yang sulit dipastikan kebenarannya. Oleh karena itu,  dapatkan informasi sebanyak-banyaknya dan selalu verifikasi sejauh mana validitasnya. Dengan mengikuti A-Club Stock, Anda bias mendapatkan rekomendasi dan pelatihan teknikal maupun fundamental yang berkualitas tentang Stock Market.

Pilih Saham Sesuai Kemampuan

Dividen dan tingkat keamanan dalam transaksi di pasar modal menjadi perhatian yang sangat penting bagi investor. Banyak para analis memberi rekomendasi kepada pemula untuk membeli Saham Blue Chips dan Second Liner. Modal yang perlu disiapkan juga sangat besar, tetapi memilih Saham Blue Chips merupakan pilihan untuk investasi jangka panjang. Karena itu, perhitungkan kemampuan Anda dan pilihlah saham sesuai kemampuan.

RECOMMENDATION FROM EXPERT:

  • Istilah Saham Blue Chips, Second Liner, dan Third liner adalah istilah kosakata khusus dalam dunia saham yang akan di koleksi oleh para investor. Jadi untuk memiliki saham-saham tersebut, investor harus mempersiapkan modal dan perhitungkan serta pilihlah saham sesuai kemampuan. 
  • Pastikan anda Mengatahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari TRIA OKTA silahkan hubungi di +62 838.96.96.96.39
click
click

Connect With Us:

Solutions

A Member Of

INDONESIA TECHNICAL ANALYST ASSOCIATION

Awards

Pada 1 Februari 2014, Gema Merdeka Goeyardi, MM, CAT, President Director & Founder Astronacci International menerima penghargaan rekor dunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia) atas rekor "Metode Proyeksi Keuangan Pertama Menggunakan Ilmu Astrology dan Bilangan Fibonacci" di Jakarta. [ read more ]

Awards

Pada 1 Februari 2014, Gema Merdeka Goeyardi, MM, CAT, President Director & Founder Astronacci International menerima penghargaan rekor dunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia) atas rekor "Metode Proyeksi Keuangan Pertama Menggunakan Ilmu Astrology dan Bilangan Fibonacci" di Jakarta. [ read more ]