MENGENAL ARA DAN ARB PADA PASAR SAHAM

Story by: Raka Rosadhi
Published: June 23, 2018
Viewed 6477 times

Raka is a trading advisor who active as a stock trader.  As a swing trader he uses price action strategy to trade. He’s also someone who always gives spirit to others to keep learning and practice.

Story by: Raka Rosadhi
Published: June 23, 2018
Viewed 6477 times

Raka is a trading advisor who active as a stock trader.  As a swing trader he uses price action strategy to trade. He’s also someone who always gives spirit to others to keep learning and practice.


MENGENAL ARA DAN ARB PADA PASAR SAHAM

Tentunya sebagai pemula di dalam stock trading, kita tentu akan terus mencoba untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang pasar saham ini, dan kita pun akan bergabung dengan grup-grup saham di berbagai aplikasi chatting. Disana, seringkali kita dengar saham tertentu ARA atau ARB. Sebenarnya, apa sih ARA atau ARB itu?

Pengertian ARA & ARB

ARA adalah singkatan dari (Auto Reject Atas), lalu ARB adalah singkatan dari (Auto Reject Bawah). Keduanya menjelaskan batas pergerakan maksimal bagi saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. BEI telah menentukan bahwa kenaikan atau penurunan harga saham dalam sehari dibatasi sampai persentase yang telah ditentukan sesuai dengan fraksi harga sahamnya, sehingga harga saham tidak akan terlalu jatuh atau terbang tinggi dalam satu hari saja (tidak seperti cryptocurrency yang dapat turun 90% dalam satu hari). Apabila harga saham bergerak melampaui persentase harian tertentu, maka akan ada penolakan otomatis (auto reject) oleh JATS (Jakarta Automated Trading System).

Selain itu, apabila saham Anda mengalami ARB sekalipun, nilainya dijamin tidak akan pernah nol karena BEI akan berusaha melindungi nasabah dengan batas harga terendah sebesar Rp 50 per lembar saham.

  • Kapan Saham Menyentuh Titik ARA?

    Terdapat saat-saat tertentu ketika saham biasanya mencapai ARA di Bursa Efek Indonesia. Saat-saat itu adalah:
    1. Penawaran Publik Perdana (Initial Public Offering/IPO).
    2. Rilisnya Laporan Keuangan dan Annual Report. Dengan catatan, hasilnya memuaskan alias laba.
    3. Rilisnya berita menggembirakan seputar akuisisi, ekspansi dan proyek baru
    4. Pada saat Cum Date, untuk mendapatkan hak atas corporate action suatu emiten.
     
  • ARA & ARB Pada Saham IPO

    Untuk batas Auto Reject saham IPO (penawaran publik perdana), perlu diketahui beberapa hal:
    1. Ditentukan khusus Auto Reject saham IPO diperbolehkan 50% di hari pertama.
    2. Tersentuhnya batas ARA atau ARB menunjukkan minat masyarakat pada suatu saham dalam satu hari.
    3. IPO yang sukses adalah IPO yang ARA. Bandar pada saham IPO mulai bergerak sejak periode Book Building.

Book Building sendiri adalah mekanisme dimana underwriter sebuah saham menentukan harga penawaran perdana sebuah saham (IPO Price) yang didasarkan kepada seberapa besar permintaan investor akan saham tersebut. Pada proses inilah tugas pertama Bandar dilakukan. Bandar bertugas untuk mengatur agar IPO dapat berlangsung sesuai dengan keinginan.

IPO yang sukses ditandai dengan adanya oversubscribed yang tinggi pada saat Book Building saham tersebut. Oversubscribed yang tinggi berarti pada harga yang telah ditentukan, permintaan akan saham tersebut tetap tinggi, bahkan sangat tinggi sampai permintaan biasanya berkali-kali melampaui jumlah saham yang tersedia, sehingga investor yang memesan sejumlah saham, hanya akan mendapat sebagian kecil dari jumlah yang ia pesan.

Hal ini boleh jadi menimbulkan pertanyaan, apakah saham IPO boleh di”goreng”? Ya, diperbolehkan sebagai salah satu penarik para investor. Tetapi, apakah sebuah saham boleh terus-menerus digoreng hingga ARA? Jawabannya; tidak boleh! Karena ada sebuah aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melindungi investor dari penggorengan saham-saham "aneh" yang fundamentalnya jelek tetapi harga sahammnya terus menerus naik. Mengapa tidak boleh? Karena stigma masyarakat kepada pasar modal nantinya hanya akan jadi ajang jebakan Bandar saja dan bukan wadah untuk investasi.

So, apa action yang bisa kita lakukan menghadapi ARA dan ARB?

Jika harga saham ARA maka kita sudah tidak bisa membeli saham tersebut. Sebaliknya jika harga saham ARB kita sudah tidak bisa menjual saham tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya kita menunggu adanya likuiditas. Misal kita mau membeli saham yang ARA, sebaiknya tunggu ada offer, Anda bisa menghubungi dealer Anda untuk membantu membelikan saham Anda. 

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

  • Terus belajar dan jangan menyerah, dapatkan FREE Edukasi UOB Kay Hian Premiere.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI tentang artikel ini langsung dengan Saya.
  • CALL atau WhatsApp ke +62 838.96.96.96.39 dan cari RAKA ROSADHI
click
click

Connect With Us:

Solutions

A Member Of

INDONESIA TECHNICAL ANALYST ASSOCIATION

Awards

Pada 1 Februari 2014, Gema Merdeka Goeyardi, MM, CAT, President Director & Founder Astronacci International menerima penghargaan rekor dunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia) atas rekor "Metode Proyeksi Keuangan Pertama Menggunakan Ilmu Astrology dan Bilangan Fibonacci" di Jakarta. [ read more ]

Awards

Pada 1 Februari 2014, Gema Merdeka Goeyardi, MM, CAT, President Director & Founder Astronacci International menerima penghargaan rekor dunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia) atas rekor "Metode Proyeksi Keuangan Pertama Menggunakan Ilmu Astrology dan Bilangan Fibonacci" di Jakarta. [ read more ]