BUNGA DEPOSITO VS INVESTASI SAHAM

Story by: Hanna Dalimunthe
Published: August 05, 2019
Viewed 822 times

Hanna is a passionate advisor who guides trader in Indonesian stocks market. She spent number of years for UOB Kayhian Premiere as a trading advisor. She will make you fully committed and transform you into a credible trader in the financial market.

Story by: Hanna Dalimunthe
Published: August 05, 2019
Viewed 822 times

Hanna is a passionate advisor who guides trader in Indonesian stocks market. She spent number of years for UOB Kayhian Premiere as a trading advisor. She will make you fully committed and transform you into a credible trader in the financial market.


BUNGA DEPOSITO VS INVESTASI SAHAM

Investasi saham merupakan salah satu jenis istrumen Investasi yg dikenal “high risk high return, Artinya investasi ini memiliki tingkat resiko yang tinggi, namun memberikan imbal hasil yang tinggi pula. Keuntungan dari investasi saham sangat tergantung pada pergerakan pasar dan kinerja perusahaan.

Memulai investasi tentu bukan hal mudah, terutama bagi generasi milenial yang baru “menyemplung” menanamkan uangnya di pasar modal. Perlu berbagai pertimbangan dalam memilah, mulai dari keuntungan, resiko dan perizinan, sampai latar belakang perusahaan yang merilis produk investasi tersebut.

Hal itu penting dilakukan, mengingat banyak sekali instrument investasi yang beredar di pasaran. Nah, beberapa instrument investasi yang cocok untuk kaum milineal? DIantaranya Deposito dan Investasi Saham.
Meski sama-sama menarik untuk di coba, keduanya memiliki perbedaan mendasar, kelebihan dan kekurangan , termasuk pada tangkat keuntungannya.

Perlu diketahui, jika kalian memulai investasi saham, mungkin sudah tak asing lagi dengan istilah :

  1. Capital Gain = Keuntungan dari selisih transaksi jual dan beli saham
  2. Deviden = Keuntungan laba dari suatu perusahaan, yang di berikan kepada para pemegang saham tersebut.

Sementara jika modal di Deposito resiko nya minim, karena simpan uang di deposito di Jamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan nilai maksimal Rp. 1 Miliar. Jadi sebetulnya, uang anda tetap aman meski bank dilikuidasi. Selain itu, Deposit tidak mengikuti pergerakan pasar, sehingga risiko lebih rendah.

DEPOSITO ATAU INVESTASI SAHAM, MANA LEBIH MENGUNTUNGKAN?



Setiap investasi, keuntungan atau imbal hasil paling awal yang di cari investor. Baik, deposito maupun investasi saham jelas menajanjikan keuntungan. Hanya saja berbeda, harus memahami dengan baik keuntungan dari kedua investasi ini, sebelum akhirnya memutuskan salah satu satu diantaranya.

  • Deposito
    Bank biasanya sudah menetapkan besaran bunga deposito yg disesuaikan dengan tenor dan nilai deposito. Umumnya kisaran 4-7% dan bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada sku bunga tabungan. Bunga deposito mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Jadi, tidak heran bilan pendapatan dari deposito cenderung tetap aman, stabil di karenakan resikonya rendah.
    Contoh :
    Anda menyetor uang ke produk Deposito sebesar Rp. 20 Jt dengan bunga 7% per tahun, maka pendapatan kamu dari investasi tersebut sebesar Rp. 1,4 Jt. Kalau anda mengambil tenor atau jatuh tempo 2 tahun misalnya, berarti total pendapatan Rp. 2,8 Juta, artinya setelah jatuh tempo 2 tahun kamu bisa mencairkan dana deposito berikut bunganya sebesar Rp. 22,8 Juta, itu masih kotor, belum lagi di potong pajak deposito 20%.

     
  • Investasi Saham
    Berbeda, keuntungan dari investasi saham fluktuatif, tergantung pergerakan pasar dan kinerja perusahaan yg saham nya akan anda beli.
    Contoh :
    Anda punya uang Rp. 20 Jt dan membeli sajam perusahaan tambang dengan harga Rp. 1000 per lembar, maka anda mendapat 200 ribu lembar saham atau 200 lot (1 lot = 100 lembar). Jika, dalam setahun ini saham mengalami kenaikan harga sebesar Rp,. 200 dan menjadi Rp. 1.200 per lembar, maka anda mengantongi keuntungan Rp. 40 Jt. Mengiurkan bukan?
    Keuntungan ini tentu jauh lebih besar dibanding pendapatan bunga Deposito. Namun, keuntungan yang menggiurkan tersebut sebanding dengan resiko nya. Perhitungan itu kalau asumsi nya harga saham naik, jika harga saham turun, maka cenderung rugi, sehingga menggerus modal yang sudah ditanam, Namun idealnya investasi lah pada sektor saham-saham LQ-45. 

PAHAMI RESIKONYA DAN KELOLA SECARA TEPAT.



Sudah paham kan keuntungan dan risiko Deposito dan Investasi Saham?

Hal ini kembali lagi kepada kesuaian dan kebutuhan anda sebagai calon nasabah atau calon investor. Jika anda tipe orang yang senang “main” aman, atau baru memulai dan belajar investasi , anda bisa memilih Deposit. Sebagai pilihan pertama Investasi akan tetapi, jika anda merupakan tipe orang yang senang mengambil risiko, investasi saham cocok untuk anda mulai. Satu yang perlu di ingat, Investasi pasti ada untung dan rugi, bagaimana anda kelola dan meminimalisir keuangan anda. Pahami risiko setiap instumen investasi dan kelola dengan cara yang tepat. Dengan begitu, Investasi akan memberi manfaat dan keuntungan maksimal bagi masa depan keuangan anda.

RECOMMENDATION FROM EXPERT:

  • Jadi melalui artikel ini dapat dijadikan PILIHAN yg tepat untuk memulai investasi dan di harapkan dapat membantu anda dalam memilih jenis investasi apa yang cocok untuk anda? 
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari Hanna silahkan hubungi di +62 8788.42.50.484
click
click

Connect With Us:

Solutions

A Member Of

INDONESIA TECHNICAL ANALYST ASSOCIATION

Awards

Pada 1 Februari 2014, Gema Merdeka Goeyardi, MM, CAT, President Director & Founder Astronacci International menerima penghargaan rekor dunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia) atas rekor "Metode Proyeksi Keuangan Pertama Menggunakan Ilmu Astrology dan Bilangan Fibonacci" di Jakarta. [ read more ]

Awards

Pada 1 Februari 2014, Gema Merdeka Goeyardi, MM, CAT, President Director & Founder Astronacci International menerima penghargaan rekor dunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia) atas rekor "Metode Proyeksi Keuangan Pertama Menggunakan Ilmu Astrology dan Bilangan Fibonacci" di Jakarta. [ read more ]