When Hard Work Paid Off

Outing tahun ini pilihan Astronacci International jatuh pada Pulau Dewata, Bali. Selama 4 hari 3 malam team Astronacci dapat menikmati indahnya alam serta budaya Bali. Dimulai dari hari pertama dimana kami semua berangkat melalui bandara Soekarno Hatta pk 13.30 dan tiba di Ngurah Rai International Airport pk 16.30 (1 jam lebih awal dari Jakarta). Sesampainya di Bali kami langsung diajak bersantap malam di Pawon Pasundan dan dilanjutkan berjalan jalan ke Beachwalk, salah satu mall di Kuta yang terkenal.

{title}

Pantai Pandawa

Selama di Bali kami bermalam di Harris Hotel - Sunset Road.

Hari kedua kami cukup padat karena banyak tempat wisata yang harus di kunjungi. Dimulai dengan sarapan terlebih dahulu di Harris Hotel lalu mengunjungi Pantai Pandawa, salah satu pantai terindah di Bali.

Pantai Pandawa mempunyai laut yang sangat bersih juga warna birunya yang sangat memanjakan mata dan menenangkan hati. Selama kurang lebih 2 jam kami menikmati keindahan Pantai Pandawa.

{title}

GWK

Kami menghabiskan waktu bersama untuk berfoto dan bermain, juga tentunya kami sempatkan melirik beberapa barang di kios-kios pinggir pantai tersebut, sungguh menyenangkan.

Setelah dari Pandawa, kami menuju restaurant Bebek Bengil untuk makan siang. Bersantap bebek yang enak dan gurih ditambah sambel matah (Raw Balinese sambal) menambah kenikmatan makan siang kami, pokoe maknyos!

Kami melanjutkan perjalanan ke GWK (Garuda Wisnu Kencana) untuk berfoto bersama.

Dari GWK kami kembali menikmat indahnya pantai, kali ini Padang-Padang Beach, jalan menuju Padang-Padang Beach adalah sebuah goa yg hanya muat dilalui oleh 1 orang, satu per satu.

{title}

Pantai Padang-padang

Pantai ini menjadi terkenal dan menjadi pantai favorite para turis asing karena merupakan tempat syuting film Eat Pray Love yang diperankan oleh Julia Roberts.

Dari Padang-Padang Beach kami menuju Uluwatu Temple untuk melihat sunset dan Kecak Dance. Kecak Dance di Uluwatu Temple sangat ramai pengunjung, baik dari turis lokal maupun international, saking ramainya pengunjung kami pun duduk di dekat pintu masuk karena kehabisan tempat. Di tengah pertunjukkan tari kecak kami dikejutkan dengan teriakan suara dari penonton yang ternyata ada ular hutan berkeliaran di tempat duduk penonton, satu persatu penonton keluar meninggalkan pertunjukan tetapi kami malah menonton penonton yang ketakutan. Agak terganggu dengan kejadian tersebut, tetapi Kecak Dance tetap berlanjut, the show must go on.

{title}

Uluwatu Temple

Makan malam hari kedua kami berseafood ria di Jimbaran. Pemandangan pantai malam, di iringi live music dan suasana romantis membuat kami semakin lahap menyantap makanan yang tersedia.

Rafting! Ini dia acara yang kami tunggu-tunggu. Jam 8 pagi semua excited dan on time berangkat menuju Rafting Telaga Waja, yang memakan waktu 2 jam perjalanan dari hotel. 12 km panjangnya rute rafting yang harus kami tempuh ditambah hujan yang agak lebat membuat rafting kami semakin seru. Seperti biasa kami tidak lupa berfoto dan ber-selfie bersama sebelum rafting tentunya.

Seusai rafting selama 2 jam kami makan siang di final point dan lanjut berburu oleh-oleh di Krisna.

Tidak tanggung-tanggung sesampainya di Krisna kami semua borong berbagai makanan dan barang untuk oleh-oleh. Setelah puas belanja kami diajak bersantap malam di Budesa, makan malam ayam betutu yang sangat khas di Bali.

Tidak terasa sudah hari terakhir kami di Bali, tetapi masih banyak tempat wisata yang kami harus kunjungi. Tanpa membuang waktu, pagi-pagi sesudah kami check out langsung kami menuju Pantai Kuta, bermain sebentar di pantai lalu ke pusat oleh-oleh yang terkenal yaitu Joger.

Tidak lama kami di Joger karena harus mengejar waktu untuk melanjutkan perjalanan ke Bedugul dan Tanah Lot, 2 tempat yang menjadi icon Bali yang juga merupakan tempat wisata favorite di Bali.

Seusai berfoto di masing-masing tempat akhirnya kami menuju bandara Ngurah Rai International Airport untuk kembali ke Jakarta.

It's time to go back to Jakarta, bye-bye Bali see you soon! :D

Publish on

30
April
2015

02:53 GMT+7

Viewed 1588 times.

A Member Of

INDONESIA TECHNICAL ANALYST ASSOCIATION

Awards

Pada 1 Februari 2014, Gema Merdeka Goeyardi, MM, CAT, President Director & Founder Astronacci International menerima penghargaan rekor dunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia) atas rekor "Metode Proyeksi Keuangan Pertama Menggunakan Ilmu Astrology dan Bilangan Fibonacci" di Jakarta. [ read more ]

Awards

Pada 1 Februari 2014, Gema Merdeka Goeyardi, MM, CAT, President Director & Founder Astronacci International menerima penghargaan rekor dunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia) atas rekor "Metode Proyeksi Keuangan Pertama Menggunakan Ilmu Astrology dan Bilangan Fibonacci" di Jakarta. [ read more ]