Trading School (2)
Moving Average (MA) merupakan salah satu indicator tertua dan paling populer penggunaanya dalam analisis teknikal modern. Moving Average (MA) atau indikator pergerakan rata-rata adalah indicator yang menunjukkan rata-rata harga dari suatu perusahaan pada kisaran waktu tertentu. Ketika kita menerapkan indicator MA dalam chart, biasanya kita harus menentukan jangka waktu dari harga rata-rata tersebut contohnya rata-rata harga 30 hari ditulis dengan MA 30. Dalam perkembangannya indicator MA telah mengalami pengembangan dan modifikasi, hingga kini ada 3 jenis MA yang cukup banyak digunakan dalam sistem perdagangan (trading system) seperti:
1. Simple Moving Average (SMA), merupakan indicator MA yang pertamakali diperkenalkan. SMA dihitung dengan menjumlah harga penutupan dan dibagi dengan jumlah hari (∑ harga penutupan/ hari). Misalnya pada SMA 30, kita menjumlah 30 hari harga penutupan dengan 30 hari.
2. Exponential Moving Average (EMA), pengembangan dari SMA dengan penambahan "bobot" pada penghitungan data terakhirnya. Akibat dari penambahan “bobot” yaitu perhitungan bilangan eksponensial, EMA menjadi indicator yang cukup responsive terhadap perubahan harga dibandingkan dengan SMA. Perkembangan selanjutnya, EMA juga menjadi bagian integral dari indicator MACD dan Percentage Price Oscillator (PPO).
3. Linear Weighted Moving Average (LWMA), LWMA seperti halnya EMA ada penambahan “bobot” dalam kalkulasinya, berbeda dengan EMA, pada LWMA terdapat perhitungan progressif linear (contoh:1,2,3,…). Contohnya pada 6-hari LWMA, harga penutupan pada hari pertama dikalikan 1, harii kedua dikalikan 2 dst. Penambahan bobot pada kedua indikator ini sebenarnya dipergunakan untuk mengatasi masalah lagging atau keterlambatan dalam mengikuti pergerakan harga terkini pada SMA.
Figure 1: Gambaran pergerakan SMA (garis hitam), EMA (garis merah), WMA (garis hijau).
Interpretasi penggunaan
Moving Average cukup mudah untuk dipergunakan dalam sistem trading anda, setidaknya ada dua cara MA memberikan sinyal jual/beli:
1. Pada penggunaan satu periode MA, sinyal beli anda bisa dapatkan jika pergerakan harga cenderung bergerak naik dan menjauhi MA dan sinyal jual diperoleh jika harga terus menerus bergerak turun dan menjauh dari MA.
2. Pada kombinasi periode MA, sinyal beli diperoleh dari crossover (persilangan) antara dua MA berbeda periode pada trend menurun (Bearish), sebaliknya sinyal jual anda peroleh dari persilangan antara dua periode MA pada saat tren naik (Bullish).
Interpretasi penggunaan
Moving Average cukup mudah untuk dipergunakan dalam sistem trading anda, setidaknya ada dua cara MA memberikan sinyal jual/beli:
1. Pada penggunaan satu periode MA, sinyal beli anda bisa dapatkan jika pergerakan harga cenderung bergerak naik dan menjauhi MA dan sinyal jual diperoleh jika harga terus menerus bergerak turun dan menjauh dari MA.
2. Pada kombinasi periode MA, sinyal beli diperoleh dari crossover (persilangan) antara dua MA berbeda periode pada trend menurun (Bearish), sebaliknya sinyal jual anda peroleh dari persilangan antara dua periode MA pada saat tren naik (Bullish).
Figure 2: Contoh Moving Average Cross Over
Figure 3: Trading Gold dengan Moving Average membukukan keuntungan USD1,955 dengan posisi SELL SHORT
8 TEKNIK PENGGUNAAN MOVING AVERAGE

1. Saat Moving Average (MA) menurun dalam periode cukup lama kemudian diikuti dengan pembelokan arah MA ke atas hal ini merupakan tahap awal bull market.
2. Apabila harga turun dibawah MA yang masih naik, disarankan untuk menambah posisi beli, sebaliknya saat harga naik diatas MA yang masih turun, anda dapat menambah posisi sell atau melakukan profit taking.
3. Saat harga terkoreksi namun tidak jatuh dibawah MA yang sedang mengarah naik anda dapat menambah posisi beli pada saat harga kembali naik (rebound), berlaku sebaliknya saat sedang bearish.
4. Jika harga turun terlalu jauh meninggalkan MA, maka akan terjadi rebound yang signifikan.
5. Ketika MA berubah arah dari atas menghadap kebawah setelah kenaikan yang berlangsung lama, diperkirakan hal ini merupakan tahap awal dari perubahan trend dari bullish ke bearish. Berlaku sebaliknya.
6. Saat harga dari bawah mencoba naik menembus MA yang mengarah turun tapi gagal menembus atau merubah arah MA dari turun menjadi naik, disarankan segera melakukan penjualan.
7. Saat harga mencoba rebound namun bergerak datar/sideways dan belum mampu menembus MA, anda dapat menambah posisi sell ketika harga jatuh menembus support sideways tersebut.
8. Jika harga naik cukup jauh meinggalkan MA, reaksi penurunan secara spontan akan terbentuk dimana harga akan kembali ke nilai wajarnya.
2. Apabila harga turun dibawah MA yang masih naik, disarankan untuk menambah posisi beli, sebaliknya saat harga naik diatas MA yang masih turun, anda dapat menambah posisi sell atau melakukan profit taking.
3. Saat harga terkoreksi namun tidak jatuh dibawah MA yang sedang mengarah naik anda dapat menambah posisi beli pada saat harga kembali naik (rebound), berlaku sebaliknya saat sedang bearish.
4. Jika harga turun terlalu jauh meninggalkan MA, maka akan terjadi rebound yang signifikan.
5. Ketika MA berubah arah dari atas menghadap kebawah setelah kenaikan yang berlangsung lama, diperkirakan hal ini merupakan tahap awal dari perubahan trend dari bullish ke bearish. Berlaku sebaliknya.
6. Saat harga dari bawah mencoba naik menembus MA yang mengarah turun tapi gagal menembus atau merubah arah MA dari turun menjadi naik, disarankan segera melakukan penjualan.
7. Saat harga mencoba rebound namun bergerak datar/sideways dan belum mampu menembus MA, anda dapat menambah posisi sell ketika harga jatuh menembus support sideways tersebut.
8. Jika harga naik cukup jauh meinggalkan MA, reaksi penurunan secara spontan akan terbentuk dimana harga akan kembali ke nilai wajarnya.
Published in
Trading School
Tagged under
Seperti bola yang terpantul menuju atap, begitu pula bagaimana harga-harga saham di pasar modal juga bergerak. Harga cenderung bergerak fluktuatif, naik dan turun seperti digerakan tangan yang tak terlihat, sebagaimana dituturkan oleh Adam Smith mengenai mekanisme pasar. Ketika tekanan jual yang terjadi di pasar melebihi tekanan beli yang ada, maka terjadilah pembalikan arah. Harga yang sebelumnya bergerak menguat, akan semakin tertahan dan segera mengalami pelemahan. Begitu pula sebaliknya, ketika tekanan beli yang ada di pasar melebihi tekanan jual yang ada, maka pelemahan yang terjadi semakin tertahan dan segera mengalami penguatan.Jadi, apakah sebenarnya support dan resistance itu?
Pada dasarnya support dan resistance ialah sebuah area dimana investor merasa bahwa harga sudah terlalu murah (support) dan terlalu mahal (resistance). Pada area resistance banyak psikologi trauma dimana investor telah banyak mengalami kerugian. Sebaliknya, pada level support tersimpan kenangan dimana harga sudah sangat undervalue dan seringkali naik secara signifikan. Namun, banyak investor ritel pemula telah mengalami kerugian akibat tidak memiliki konsep yang baik dalam menggunakan support dan resistance.
Lantas, bagaimana caranya dapat mengoptimalkan keuntungan dengan menggunakan support dan resistance tersebut?
Kali ini, saya akan membawakan tiga tipe support dan resistance (S/R) sesuai dengan kegunaannya masing-masing. Mari kita diskusikan bersama!
Pada dasarnya support dan resistance ialah sebuah area dimana investor merasa bahwa harga sudah terlalu murah (support) dan terlalu mahal (resistance). Pada area resistance banyak psikologi trauma dimana investor telah banyak mengalami kerugian. Sebaliknya, pada level support tersimpan kenangan dimana harga sudah sangat undervalue dan seringkali naik secara signifikan. Namun, banyak investor ritel pemula telah mengalami kerugian akibat tidak memiliki konsep yang baik dalam menggunakan support dan resistance.
Lantas, bagaimana caranya dapat mengoptimalkan keuntungan dengan menggunakan support dan resistance tersebut?
Kali ini, saya akan membawakan tiga tipe support dan resistance (S/R) sesuai dengan kegunaannya masing-masing. Mari kita diskusikan bersama!
Classic Support and Resistance

Tipe S/R yang satu ini merupakan yang paling mudah untuk dipelajari dan diterapkan, karena teknik penggunaannya cukup sederhana. Anda hanya perlu mencari setiap puncak (peak) dan dasar (bottom) untuk menentukan area support dan resistancenya. Kita dapat melihatnya pada gambar dibawah ini.
Kita dapat melihat betapa sederhananya penggunaan classic S/R ini. Anda hanya perlu menarik setiap garis support dan resistance dari setiap peak dan bottom dari pergerakan harganya. Namun, kelemahan dari tipe ini ialah kita tidak akan dapat menentukan area resistance apabila harga sedang mencetak rekor tertinggi ataupun area supportnya apabila sedang mencetak harga terendah.
Dynamic Support and Resistance

Kita tahu bahwa pasar cenderung bergerak dengan fluktuatif dan dinamis. Hal ini membuat classic S/R terkadang menjadi tidak begitu efektif terutama pada saat harga sedang bergerak dalam sebuah tren yang jelas, baik bullish maupun bearish.
Untuk dapat menentukan S/R yang dinamis, kita akan menggunakan Exponential Moving Average (EMA). Kali ini kita akan menggunakan EMA13 dan EMA34.
Kita tahu bahwa pasar cenderung bergerak dengan fluktuatif dan dinamis. Hal ini membuat classic S/R terkadang menjadi tidak begitu efektif terutama pada saat harga sedang bergerak dalam sebuah tren yang jelas, baik bullish maupun bearish.
Untuk dapat menentukan S/R yang dinamis, kita akan menggunakan Exponential Moving Average (EMA). Kali ini kita akan menggunakan EMA13 dan EMA34.
Kita dapat melihat bahwa setiap kali harga masuk kedalam rentang jarak di antara EMA13 dan EMA14, harga akan mengalami rebound sehingga disini EMA tersebut berperan sebagai area dynamic support. Rentang di antara EMA tersebut dikenal sebagai area magnet, dimana ketika harga tertarik dalam rentang tersebut, harga akan segera terpantul kembali melanjutkan trennya.
Harmonic Support and Resistance

Sebelumnya kita telah membahas bahwa support dan resistance yang pada umumnya tidak dapat kita gunakan apabila bergerak dengan membuat rekor harga terendah maupun tertinggi. Dengan menggunakan Harmonic S/R, kita dapat menentukannya!
Harmonic yang dimaksudkan disini ialah menentukan area support dan resistance dengan menggunakan rasio yang kita kenal sebagai rasio Fibonacci. Rasio-rasio yang seringkali digunakan sebagai indikator untuk mendeteksi pergerakkan pasar ialah 0.382, 0.50, 0.618,0.786, 1.00, 1.272, dan 1,618. Rasio tersebut akan membantu kita untuk menentukan area support maupun resistance dari daerah yang belum tersentuh (all time high/low) dengan menggunakan rasio yang lebih dari 100%.
Sebelumnya kita telah membahas bahwa support dan resistance yang pada umumnya tidak dapat kita gunakan apabila bergerak dengan membuat rekor harga terendah maupun tertinggi. Dengan menggunakan Harmonic S/R, kita dapat menentukannya!
Harmonic yang dimaksudkan disini ialah menentukan area support dan resistance dengan menggunakan rasio yang kita kenal sebagai rasio Fibonacci. Rasio-rasio yang seringkali digunakan sebagai indikator untuk mendeteksi pergerakkan pasar ialah 0.382, 0.50, 0.618,0.786, 1.00, 1.272, dan 1,618. Rasio tersebut akan membantu kita untuk menentukan area support maupun resistance dari daerah yang belum tersentuh (all time high/low) dengan menggunakan rasio yang lebih dari 100%.
Kita dapat melihat bahwa grafik diatas menggunakan Fibonacci retracement sebesar 61,8% sebagai harmonic support, dimana terlihat bahwa harga segera mengalami rebound setelah menyentuh area tersebut.
Pada grafik diatas, kita dapat melihat bagaimana kita dapat menentukan area resistance bayangan,dimana secara historis harga belum pernah sekalipun menyentuh level tersebut. Dalam kasus ini, retracement yang digunakan dalam menentukan area resistance ialah 161,8%.
Seperti yang telah kita harapkan sebelumnya, harga pada akhirnya bergerak menyentuh area resistance bayangan yang telah kita tentukan menggunakan fibonacci retracement 161,8%.
Saat ini kita telah mengerti jenis-jenis Support dan Resistance untuk dapat digunakan dalam trading atau investasi anda. Penjelasan lebih lanjut dapat anda nikmati dari rekaman Webinar yang berjudul "The Art Support & Resistance Trading" yang dapat anda lihat pada video dibawah ini. Nantikan webinar Astronacci selanjutnya yang dapat diikuti secara gratis.
Saat ini kita telah mengerti jenis-jenis Support dan Resistance untuk dapat digunakan dalam trading atau investasi anda. Penjelasan lebih lanjut dapat anda nikmati dari rekaman Webinar yang berjudul "The Art Support & Resistance Trading" yang dapat anda lihat pada video dibawah ini. Nantikan webinar Astronacci selanjutnya yang dapat diikuti secara gratis.
VIDEO:
Published in
Trading School
Tagged under




