Kekuatan dari penduduk Indonesia ini menjadi fondasi paling penting karena kita tidak lagi di motori oleh harga komoditas seperti tahun 2007 lalu melainkan dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Hal ini sangat menguntungkan perusahaan yang “terbekukan” bisnisnya sejak krisis 1998 lalu dimana bisnis mereka kembali berputar dan akhirnya memiliki kemampuan untuk merestrukturisasi hutang-hutang usaha mereka. Bahkan, diantaranya telah mampu membayar deviden kepada investor mereka.
Bagaimana pengaruh terhadap ancaman resesi di Amerika Serikat?
Dua minggu terakhir ini seluruh pelaku pasar di kejutkan dengan downgrade investment grade USA menjadi AA+ dari AAA. Sebenarnya investor tidak perlu kuatir akan hal ini, mengapa? Karena terbukti sejak resesi global pada tahun 2009 lalu Indonesia tetap berhasil membukukan 4.5% year on year pertumbuhan ekonomi (PDB) dan untuk tahun ini tercatat 6.5%. Disamping itu, rating investment grade di Negara kita sedang dipertimbangkan untuk di upgrade dengan mempertimbangkan budget deficit Indonesia hanya kurang dari 2% dan debt to GDP ratio 24%.
Dari pengamatan mata uang kita, Rupiah sangat kuat diperdagangkan di level Rp8,500-8,600/USD dibandingkan saat krisis 2008 yang lebih dari Rp12,000/USD. Hal ini menjadi sebuah indicator bahwa memang Negara kita sudah berbeda dan nampaknya memiliki daya tahan yang cukup baik dalam menghadapi pengaruh ancaman resesi dari Amerika dan Eropa. Dengan menguatnya Rupiah, kita sangat diuntungkan. Mengapa? a) 80% dari bahan baku material industry adalah dari import. b) Mengurangi efek inflasi yang disebabkan kenaikan harga komoditas dan minyak dunia seperti pada tahun 2008.
Sebagai kesimpulan, IHSG beserta saham-saham berbasis konsumsi dan perbankan akan melambung lebih tinggi. Dan kami yakin bahwa Fundamental ekonomi Indonesia dapat diperhitungkan dibandingkan dengan Negara-negara lain di Asia seperti Jepang, China, Singapore, Malaysia dan Thailand.
• Target akhir 2011 IHSG 4,500. Target harga IHSG pada akhir 2011 diperkirakan menyentuh 4,500 dan 5,300 untuk 2012 dengan asumsi forward PE 15.0x. Earning Per Share (EPS) dari IHSG akan meningkat 25% pada 2011 dan 20% di 2012.
• 3 Alasan pendukung prestasi IHSG. a) Kekuatan raksasa dari daya konsumsi masyarakat , b) Perputaran usaha yang semakin baik dari banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia, c) Keuntungan dari mata uang Rupiah yang kuat

